Categories : Sentences

 

Mempelajari Bahasa Inggris termasuk mudah tapi sulit. Mudah karena teorinya, tetapi ketika dipraktikkan ternyata tidak mudah. Itulah yang menyebabkan beberapa orang enggan untuk mempelajari Bahasa Inggris secara teori dan langsung mempraktekkan lewat speaking. Tetapi jika Anda menempuh pendidikan / jalur akademik akan sering mendapatkan ujian teori bahasa inggris dan bahkan di dunia karir ujian bahasa Inggris juga dilaksanakan seperti TOEFL atau IELTS sehingga mau tidak mau Anda harus mempelajari grammar bahasa Inggris. Para siswa kebanyakan hanya mengenal 4 skill seperti Listening, Speaking, Writing, dan Reading. Listening untuk mendengarkan, Speaking untuk berbicara dalam Bahasa Inggris, Writing untuk menulis, dan Reading untuk membaca. 4 skills ini memiliki teorinya masing-masing. Jadi, ketika siswa masuk ke perguruan tinggi spesialisasi Bahasa Inggris, Anda akan mengenal tingkatan dasar teori dari 4 skills tersebut. Artikel ini secara khusus akan membahas gerund yang merupakan dasar pertama untuk mempelajari grammar, reading, dan juga writing. Saat membaca, mungkin siswa hanya melihat sekumpulan huruf-huruf yang dirangkai menjadi kata, lalu kalimat, tetapi sebenarnya kalian sedang melihat teori grammar yang dihasilkan menjadi tulisan oleh si penulis.

Pengertian Gerund, Penggunaan, Contoh Kalimat dan Soal

Pengertian Gerund

Mempelajari gerund, sama seperti mempelajari present participle, karena keduanya memiliki pengertian yang sama. Meski begitu, tetap penting untuk tahu perbedaan antara keduanya. Pengertian gerund ialah sebuah kata yang berfungsi sebagai noun, yang dibuat dari kata kerja dengan ditambahkan akhiran –ing. Kata kerja yang ditambahakan akhiran –ing ini berfungsi untuk menyatakan suatu keadaan ketimbang suatu aksi, karena gerund bukan kata kerja melainkan noun. Lihat contoh kalimat berikut :

  • I working as a teacher. (kata kerja present participle)
    Saya bekerja sebagai guru.
  • I hate working as a teacher (gerund)
    Saya benci bekerja sebagai guru.

Kalimat yang pertama menyatakan subjek yang bekerja sebagai seorang guru, tetapi pada kalimat yang kedua, meski sama-sama memakai kata kerja working, artinya akan berbeda. Kalimat kedua menyatakan bahwa subjek membenci keadaannya yang bekerja sebagai guru. Jika belum jelas, lihat contoh kalimat gerund lainnya:

  • She is eating pizza. (present participle)
    Dia (perempuan) memakan pizza
  • Eating pizza is not allowed.(gerund)
    Makan pizza tidak diperbolehkan.

Dari kalimat pertama, sudah bisa diidentifikasi bahwa kata eating merupakan kata kerja, artinya suatu kegiatan yang dilakukan oleh subjek yaitu makan. sedangkan pada kalimat kedua, dapat dilihat bahwa kata eating yang berarti makan bukan sebuah kata kerja, karena fungsinya sebagai noun.

Penggunaan Gerund Pada Kalimat

Penggunaan gerund selalu menyesuaikan pada kalimat yang dibuat, apakah sebagai direct object, preposisi atau lainnya. penempatan gerund juga berbeda pada kalimat, ada yang membutuhkan agen dan ada yang tidak. Agen di sini merupakan subject tambahan untuk menerangkan apa yang dilakukan kata kerja pada kalimat gerund. Lebih jelasnya, berikut ialah penggunaan gerund beserta contoh kalimat:

  1. Gerund sebagai pelengkap to be
    The director’s job is attending meeting in the office. (pekerjaan direktur adalah menghadiri rapat di kantor)
    – His hobby is fishing. (hobinya adalah memancing)
  2. Gerund sebagai subject pada kalimat
    Drinking beer is bad habit. (minum bir adalah kebiasaan yang buruk)
    Peletakkan gerund pada awal kalimat bisa disebut sebagai subject. Noun atau kata benda memang sering menggantikan fungsi subject, oject atau pelengkap dalam kalimat.
  3. Gerund digunakan setelah kata depan atau preposition
    Gerund harus digunakan ketika menghadapi kalimat yang kata kerjanya ada setelah kata depan atau preposisi. Penggunaan gerund pada kata depan berarti juga mengambil akhiran dari beberapa ungkapan yang ada, contohnya pada ungkapan there’s no point in dan in spite of.
    He’s bad in studying. (dia buruk dalam belajar)
    – I was sleeping without ignoring the blanket. (saya sedang tidur tanpa mengabaikan selimut)
    – I tried to contact my sister by writing a letter. (saya mencoba untuk menghubungi saudara perempuanku dengan menulis sebuah surat)
    – There’s no point in fishing(tidak ada nilai di memancing)
    – In spite of missing a bus, they arrived in time. (meskipun ketinggalan bis, mereka sampai tepat waktu)
    Pada ungkapan there’s no point in dan in spite of, adanya gerund membuat ungkapan tersebut tidak lagi berupa ungkapan tetapi hanya kalimat biasa.
  4. Gerund digunakan pada gabungan dari noun
    Gerund yang ada pada compound noun atau gabungan dari noun menerangkan dengan jelas kedudukannya sebagai noun dan bukan sebagai kata kerja dari continuous. Contohnya swimming pool yang berarti kolam renang atau kolam untuk berenang dan bukan kolam yang berenang. Begitu juga pada kata flyng machine yang berarti pesawat terbang, bukan mesin yang terbang. Lihat contoh :
    I saw a flying machine. (saya melihat sebuah mesin terbang)
    – I bought two baking pans. (saya membeli dua panci panggangan)
  5. Gerund yang diletakkan setelah frase kata kerja (phrasal verb)
    Phrasal verb sering juga disebut idiom karena dua kata yang digabungkan membentuk kata yang baru, dan gerund diletakkan setelah phrasal verb.
    He burst out crying. (dia menangis dengan sangat keras)
    – They ended up choosing meatball as their dinner. (mereka memilih bakso sebagai makan malam)
  6. Gerund diletakkan setelah ungkapan (expression)
    Ungkapan-ungkapan seperti instead of, can’t help, worth, dan lainnya penting untuk menambahkan gerund seperti contoh:
    I can’t help asking you the same request.
    – It is worth shopping books.

Gerund Sebagai Subject dan Object

Meski dikatakan sebagai kata benda atau noun, fungsi gerund juga bisa sebagai subject atau object, tergantung penempatannya, di awal atau akhir kalimat. Lihat contoh:

  1. Gerund sebagai subject
    Subject biasanya diletakkan di awal kalimat, karena berfungsi sebagai yang melakukan. Tetapi pada gerund as subject, fungsi subejct di sini ialah sebagai kata benda atau noun.
    Cheating is bad habit. (menyontek adalah kebiasaan yang buruk)
    Reading is my hobby. (membaca adalah hobiku)
    Hunting crocodile is forbidden.  (memburu buaya itu dilarang)
    Smoking causes lots disease. (merokok menyebabkan banyak penyakit)
    Meski ada to be setelah gerund, tetapi penggunaannya pada kalimat ialah sebagai subject. Beda lagi jika penggunaan gerund pada to be.
    Creating dolls is my hobby. (membuat boneka adalah hobiku)
    Penggunaan gerund sebagai pelengkap to be dapat dibedakan dengan kalimat di atas. Jika sebagai subject, to be bisa digunakan atau tidak. Sedangkan pada pelengkap to be, gerund harus selalu memakai to be.
  2. Gerund sebagai object
    Gerund as object digunakan selalu di akhir kalimat. Lihat contoh :
    I love writing. (saya suka menulis)
    – When you faced some difficulties in your life, you are allowed to crying(ketika kamu menghadapi beberapa kesulitan di hidupmu, kamu diperbolehkan untuk menangis)

Contoh Soal Gerund

Sangat mudah memahami gerund jika sudah mengerti dasar teorinya. Lihat contoh soal gerund di bawah ini:

Soal Gerund

Ketika menghadapi dua kata yang sama-sama berakhiran –ing, Anda lihat lagi konteks kalimatnya seperti apa. Apakah saat diletakkan pada kalimat akan menyatakan aksi atau tidak. Jika tidak, maka sudah pasti kata tersebut ialah gerund dan bukan present participle atau continuous tense.

Spread the Word, like or share this page, your friends will also love it and thanks for it.

 Posted on : June 5, 2015