Pengertian Gerund, Penggunaan, Contoh Kalimat dan Soal

Mempelajari Bahasa Inggris termasuk mudah tapi sulit. Mudah karena teorinya, tetapi ketika dipraktikkan ternyata tidak mudah. Itulah yang menyebabkan beberapa orang enggan untuk mempelajari Bahasa Inggris secara teori dan langsung mempraktekkan lewat speaking. Tetapi jika Anda menempuh pendidikan / jalur akademik akan sering mendapatkan ujian teori bahasa inggris dan bahkan di dunia karir ujian bahasa Inggris juga dilaksanakan seperti TOEFL atau IELTS sehingga mau tidak mau Anda harus mempelajari grammar bahasa Inggris.

Para siswa kebanyakan hanya mengenal 4 skill seperti Listening, Speaking, Writing, dan Reading. Listening untuk mendengarkan, Speaking untuk berbicara dalam Bahasa Inggris, Writing untuk menulis, dan Reading untuk membaca. 4 skills ini memiliki teorinya masing-masing. Jadi, ketika siswa masuk ke perguruan tinggi spesialisasi Bahasa Inggris, Anda akan mengenal tingkatan dasar teori dari 4 skills tersebut. Artikel ini secara khusus akan membahas gerund yang merupakan dasar pertama untuk mempelajari grammar, reading, dan juga writing. Saat membaca, mungkin siswa hanya melihat sekumpulan huruf-huruf yang dirangkai menjadi kata, lalu kalimat, tetapi sebenarnya kalian sedang melihat teori grammar yang dihasilkan menjadi tulisan oleh si penulis.

Pengertian Gerund

Pengertian Gerund

Mempelajari gerund, sama seperti mempelajari present participle, karena keduanya memiliki pengertian yang sama. Meski begitu, tetap penting untuk tahu perbedaan antara keduanya. Pengertiannya ialah sebuah kata yang berfungsi sebagai noun, yang dibuat dari kata kerja dengan ditambahkan akhiran –ing. Kata kerja yang ditambahakan akhiran –ing ini berfungsi untuk menyatakan suatu keadaan ketimbang suatu aksi, karena gerund bukan kata kerja melainkan noun. Lihat contoh kalimat berikut :

  • I working as a teacher. (kata kerja present participle)
    Saya bekerja sebagai guru.
  • I hate working as a teacher (gerund)
    Saya benci bekerja sebagai guru.

Kalimat yang pertama menyatakan subjek yang bekerja sebagai seorang guru, tetapi pada kalimat yang kedua, meski sama-sama memakai kata kerja working, artinya akan berbeda. Kalimat kedua menyatakan bahwa subjek membenci keadaannya yang bekerja sebagai guru. Jika belum jelas, lihat contoh kalimat lainnya berikut ini:

  • She is eating pizza. (present participle)
    Dia (perempuan) memakan pizza
  • Eating pizza is not allowed.(gerund)
    Makan pizza tidak diperbolehkan.

Dari kalimat pertama, sudah bisa diidentifikasi bahwa kata eating merupakan kata kerja, artinya suatu kegiatan yang dilakukan oleh subjek yaitu makan. sedangkan pada kalimat kedua, dapat dilihat bahwa kata eating yang berarti makan bukan sebuah kata kerja, karena fungsinya sebagai noun. Ada beberapa verb yang selalu diikuti oleh gerund, diantaranya adalah:

Kata-Kata Arti
admit mengakui
avoid menghindari
appreciate menghargai
consider mempertimbangkan
continue terus
defer menunda
delay menunda
deny menyangkal
detest benci
dislike benci
enjoy nikmati
escape melarikan diri
excuse alasan
face wajah
finish selesai
forgive mengampuni
imagine membayangkan
keep menjaga
mind pikiran
miss rindu
notice memperhatikan
postpone menunda
practice praktek
prevent mencegah
quit berhenti
resent benci
resist menolak
risk risiko
suggest menyarankan
stop berhenti
understand memahami
mention menyebut
can’t help tidak bisa membantu
can’t stand tidak tahan

Penggunaan Gerund Pada Kalimat

Penggunaannya selalu menyesuaikan pada kalimat yang dibuat, apakah sebagai direct object, preposisi atau lainnya. penempatannya juga berbeda pada kalimat, ada yang membutuhkan agen dan ada yang tidak. Agen di sini merupakan subject tambahan untuk menerangkan apa yang dilakukan kata kerja pada kalimat gerund. Lebih jelasnya, berikut ialah penggunaan beserta contoh kalimatnya:

  1. Gerund sebagai pelengkap to be
    The director’s job is attending meeting in the office. (pekerjaan direktur adalah menghadiri rapat di kantor)
    – His hobby is fishing. (hobinya adalah memancing)
  2. Gerund sebagai subject pada kalimat
    Drinking beer is bad habit. (minum bir adalah kebiasaan yang buruk)
    Peletakkannya pada awal kalimat bisa disebut sebagai subject. Noun atau kata benda memang sering menggantikan fungsi subject, oject atau pelengkap dalam kalimat.
  3. Gerund digunakan setelah kata depan atau preposition
    Gerund harus digunakan ketika menghadapi kalimat yang kata kerjanya ada setelah kata depan atau preposisi. Penggunaannya pada kata depan berarti juga mengambil akhiran dari beberapa ungkapan yang ada, contohnya pada ungkapan there’s no point in dan in spite of.
    He’s bad in studying. (dia buruk dalam belajar)
    – I was sleeping without ignoring the blanket. (saya sedang tidur tanpa mengabaikan selimut)
    – I tried to contact my sister by writing a letter. (saya mencoba untuk menghubungi saudara perempuanku dengan menulis sebuah surat)
    – There’s no point in fishing(tidak ada nilai di memancing)
    – In spite of missing a bus, they arrived in time. (meskipun ketinggalan bis, mereka sampai tepat waktu)
    Pada ungkapan there’s no point in dan in spite of, adanya gerund membuat ungkapan tersebut tidak lagi berupa ungkapan tetapi hanya kalimat biasa.
  4. Gerund digunakan pada gabungan dari noun
    Gerund yang ada pada compound noun atau gabungan dari noun menerangkan dengan jelas kedudukannya sebagai noun dan bukan sebagai kata kerja dari continuous. Contohnya swimming pool yang berarti kolam renang atau kolam untuk berenang dan bukan kolam yang berenang. Begitu juga pada kata flyng machine yang berarti pesawat terbang, bukan mesin yang terbang. Lihat contoh :
    I saw a flying machine. (saya melihat sebuah mesin terbang)
    – I bought two baking pans. (saya membeli dua panci panggangan)
  5. Gerund yang diletakkan setelah frase kata kerja (phrasal verb)
    Phrasal verb sering juga disebut idiom karena dua kata yang digabungkan membentuk kata yang baru, dan gerund diletakkan setelah phrasal verb.
    He burst out crying. (dia menangis dengan sangat keras)
    – They ended up choosing meatball as their dinner. (mereka memilih bakso sebagai makan malam)
  6. Gerund diletakkan setelah ungkapan (expression)
    Ungkapan-ungkapan seperti instead of, can’t help, worth, dan lainnya penting untuk menambahkan gerund seperti contoh:
    I can’t help asking you the same request.
    – It is worth shopping books.

Gerund Sebagai Subject dan Object

Meski dikatakan sebagai kata benda atau noun, fungsi gerund juga bisa sebagai subject atau object, tergantung penempatannya, di awal atau akhir kalimat. Lihat contoh:

  1. Gerund sebagai subject
    Subject biasanya diletakkan di awal kalimat, karena berfungsi sebagai yang melakukan. Tetapi pada gerund as subject, fungsi subejct di sini ialah sebagai kata benda atau noun.
    Cheating is bad habit. (menyontek adalah kebiasaan yang buruk)
    Reading is my hobby. (membaca adalah hobiku)
    Hunting crocodile is forbidden.  (memburu buaya itu dilarang)
    Smoking causes lots disease. (merokok menyebabkan banyak penyakit)
    Meski ada to be setelah gerund, tetapi penggunaannya pada kalimat ialah sebagai subject. Beda lagi jika penggunaan gerund pada to be.
    Creating dolls is my hobby. (membuat boneka adalah hobiku)
    Penggunaan gerund sebagai pelengkap to be dapat dibedakan dengan kalimat di atas. Jika sebagai subject, to be bisa digunakan atau tidak. Sedangkan pada pelengkap to be, gerund harus selalu memakai to be.
  2. Gerund sebagai object
    Digunakan selalu di akhir kalimat. Lihat contoh :
    I love writing. (saya suka menulis)
    – When you faced some difficulties in your life, you are allowed to crying(ketika kamu menghadapi beberapa kesulitan di hidupmu, kamu diperbolehkan untuk menangis)

Contoh Soal Gerund

Sangat mudah memahami gerund jika sudah mengerti dasar teorinya. Lihat contoh soal gerund di bawah ini:

Soal Gerund

Ketika menghadapi dua kata yang sama-sama berakhiran –ing, Anda lihat lagi konteks kalimatnya seperti apa. Apakah saat diletakkan pada kalimat akan menyatakan aksi atau tidak. Jika tidak, maka sudah pasti kata tersebut ialah gerund dan bukan present participle atau continuous tense.

References:

  • Azar, Betty Schrampfer. 1999, Understanding and using English Grammar, Third Edition, United State of America: Pearson Education
  • Wishon, George E and Julia M. Burks. 1980. Let’s Write English Revised Edition. Litton Educational Publishing, Inc: New York.
  • Susilo, Teguh Handoko, 2014. “Rahasia Memahami & Menguasai Struktur Bahasa Inggris Dalam 30 Hari”. e-Compusoft, Jakarta.

Pengertian Passive Voice serta Contoh Kalimat dan Soal

Bahasa Inggris merupakan bahasa asing yang jarang digunakan dalam percakapan sehari-hari di Indonesia. Sebagian orang mengaku bahwa mempelajari Bahasa Inggris ialah hal yang menyulitkan. Lidah yang belum terbiasa dan pengucapan yang kaku sering menjadi alasan orang-orang untuk tidak menyukai Bahasa Inggris. Selain itu, saat pertama kali belajar Bahasa Inggris, orang-orang akan menghadapi banyak rumus dari tenses, part of speech, conjunction, active voice, dan passive voice. Kalimat pasif sering membingungkan para siswa yang mempelajarinya di tingkat sekolah menengah. Namun, jika sudah tahu rumusnya, membuat kalimat pasif merupakan hal yang mudah. Cara mudah untuk mengingatnya ialah bahwa kalimat pasif dibuat dari semua tenses. Jadi, ada baiknya jika siswa mengingat hampir semua rumus tenses.

Pengertian Passive Voice

Rumus dan Contoh Passive Voice

Artikel ini akan membahasa mengenai passive voice dengan contoh-contoh kalimat dan soal yang bisa dipelajari. Salah satu cara belajar terbaik ialah belajar secara otodidak karena memiliki niat ingin lancar berbahasa inggris. Dimulai dari pengertian passive voice ialah kalimat yang digunakan untuk memfokuskan diri pada suatu aksi yang terjadi. Tidak peduli siapa, apa, atau bagaimana aksi itu bisa terjadi. Kalimat pasif dibuat dari tenses seperti simple present, simple past, present perfect, future, past perfect, dan tenses lainnya. Ketika kalimat aktif dibuat dari simple present, maka subject yang tadinya ada di depan akan diletakkan di belakang jika kalimat simple present tersebut diubah kedalam kalimat aktif. Lihat contoh berikut:

She sings a song. (dia bernyanyi sebuah lagu)
kalimat aktif
A song is sung by her.  (sebuah lagu dinyanyikan olehnya)
kalimat pasif

Dari kalimat di atas bisa didapat rumus passive voice yaitu S + to be + V3 (past participle). Kalimat pasif selalu ditandai dengan kata ‘by’ untuk mengindikasikan suatu aksi yang sudah dilakukan oleh subject. Kata kerja pertama yaitu ‘sing’, ketika diubah menjadi kalimat pasif,akan menjadi kata kerja bentuk ketiga. Jadi selain menghapalkan rumus, dan tenses, siswa juga disarankan untuk menambah kosakatanya baik dari regular verb (kata kerja beraturan) atau irregular verb (kata kerja tidak beraturan). Jika kosakata yang dimiliki berlimpah, maka kalimat yang dibuat akan semakin berkembang. Contoh passive voice lainnya yaitu:

  1. I had swept the floor. (saya telah menyapu lantai)
    kalimat aktif dari past perfect
    Subject + had + V3 + object
    The floor had been swept by me. (lantai telah disapu oleh saya)
    kalimat pasif untuk past perfect
    Object + had + been + V3 + subject
  2. Dona will study English. (Dona akan belajar bahasa Inggris)
    kalimat aktif dari future pertama
    Subject + will + V1 + object
    English will be studied by Dona. (Bahasa Inggris akan dipelajari oleh Dona)
    kalimat passive untuk future
    Object + will + be + V3 + subject
  3. Egi would cook the meat. (Egi akan memasak daging)
    kalimat aktif conditional
    Subject + would + V1 + object
    The meat would be cooked by Egi. (daging akan dimasak oleh Egi)
    kalimat pasif conditional
    Object + would + be + V3 + subject.
  4. Dian is washing the glasses.  (Dian sedang mencuci gelas)
    kalimat aktif past progressive
    Subject + to be + V1-ing + Object
    The glasses were being washed by Dian. (gelas sedang dicuci oleh Dian)
    kalimat pasif past progressive
    Object + to be + being + V3 + Subject

Jenis-Jenis Passive Voice

Ada beberapa jenis passive voice yang dipelajari dalam Bahasa Inggris. ketika di sekolah menengah pertama hanya diajarkan dasar-dasar kalimat aktif dan pasif beserta rumus, saat di perguruan tinggi siswa akan mengenal kalimat pasif secara luas. Ketika membuat kalimat pasif, ingatlah bahwa subjek dikalimat aktif akan berubah menjadi objek dikalimat pasif, begitu juga sebaliknya objeck dikalimat aktf akan berubah subjek dikalimat pasif. Lihat contoh kalimat:

The thief stolen Rina’s car. (pencuri mencuri mobilnya Rina)
kalimat aktif
Rina’s car is stolen by the thief. (mobilnya Rina dicuri oleh pencuri)
kalimat pasif

The thief pada kalimat pertama berada di depan karena berupa subjek, tetapi ketika diubah kedalam kalimat pasif, maka posisinya berubah menjadi obejek dengan menambahkan kata sandang ‘by’. Dari kalimat di atas, Anda juga dapat mengidentifikasi bahwa ada penambahan to be berupa ‘is’ pada kalimat pasif, dimana sebelumnya pada kalimat aktif, tidak ada to be. Untuk lebih jelasnya, kalimat pasif terbagi menjadi beberapa bagian. Pada dasarnya, semua bagian passive voice sama, yang membedakan hanyalah pada kalimat yang digunakan:

  1. Impersonal Passive
    Kalimat pasif jenis impersonal selalu ditandai dengan kata kerja yang tidak terprediksi seperti think, now, say. Contohnya:
    I say that all men are selfish. (it is said that all men are selfish)
    “Open the door!” Rina says. ( Rina said to open the door)
  2. Personal Passive
    Kalimat pasif personal mengubah objek pada kalimat aktif menjadi subjek dikalimat pasif. artinya setiap kata kerja yang membutuhkan objek dapat menjadi kalimat pasif personal. Contoh:
    I write the letter —- The letter is written.
  3. Kalimat Pasif Dengan Dua Objek
    Ketika menghadapi kalimat dengan dua objek dan satu subjek, maka penyelesaiannya ialah dengan satu objek menjadi subjek dan satu lagi tetap menjadi objek. Lihat contoh:
    They sing a song loudly ( Subject + Verb + Object + Object)
    A song was sung loudly by them (Object + to be + Verb + Object + Subject)
    Passive voice dengan dua object dalam kalimat, pembuatannya tergantung Anda sebagai penulis, mana yang ingin Anda fokuskan pada kalimat pasif.

Perbedaan Antara Kalimat Aktif Dengan Kalimat Pasif

Apakah yang membedakan antara kalimat aktif dengan kalimat pasif? Menurut definisinya, kalimat aktif dan kalimat pasif tidak berbeda jauh dengan definisi dalam bahasa Indonesia dengan bahasa Inggris. Tapi penerapannya dalam kalimat akan sangat berbeda jauh jika kita mencoba menterjemahkan kalimat aktif atau kalimat pasif dari bahasa Inggris kedalam bahasa Indonesia, atau dari kalimat bahasa Indonesia kedalam bahasa Inggris.

Hal ini disebabkan karena banyaknya tenses yang digunakan dalam bahasa Inggris, sehingga mempengaruhi bentuk kalimatnya jika kita terjemahkan. Tenses inilah yang kemudian mempengaruhi bentuk kalimatnya dari present, past, dan future Sehingga ketika kita mencoba menterjemahkannya tidak akan sama maknanya.

Contoh Soal Passive Voice

Melancarkan Bahasa Inggris sangat penting untuk menambah wawasan terhadap bahasa asing yang menjadi bahasa wajib di dunia internasional. Agar semakin memahami tentang passive voice, belajar dengan berlatih soal adalah solusinya. Berikut ada beberapa contoh soal passive voice yang dapat dipelajari:

Soal Passive Voice

Soal-soal ini merupakan latihan yang bagus untuk membantu Anda memahami Bahasa Inggris lebih baik lagi. Karena pada dasarnya, tidak ada yang sulit dipelajari jika sudah memiliki keinginan atau motivasi untuk lebih maju. Passive voice dapat dipelajari perlahan karena membutuhkan ketelitian yang tinggi untuk bisa mengidentifikasi jenis kalimat yang ada pada test atau ujian Bahasa Inggris.

References:

  • Thomson, A. J and A. V. Martinet. 1986. A Practical English Grammar fourth Edition. Oxford University Press: New York.
  • Azar, Betty Schrampfer. 1999, Understanding and using English Grammar, Third Edition, United State of America: Pearson Education
  • Wishon, George E and Julia M. Burks. 1980. Let’s Write English Revised Edition. Litton Educational Publishing, Inc: New York.

Pengertian Passive Sentence serta Contoh Kalimat dan Soal

Pada pembelajaran Bahasa Inggris, ada yang disebut dengan passive sentence atau kalimat pasif. Materi ini ada pada pembelajaran grammar. Saat siswa belajar tentang active dan passive voice, siswa juga akan belajar bagaimana cara membuat kalimat pasif dengan rumus yang telah diberikan. Pada kalimat pasif, biasanya kalimat ini dibuat dengan kata kerja, dimana subject tidak menunjukkan sebuah kegiatan atau aksi. Subject pada kalimat pasif berperan sebagai recipient atau penerima aksi.

Pengertian Passive Sentence

Rumus dan Contoh Passive Sentence

Passive sentence terdiri dari subjek, predikat dan juga object. Lebih jelasnya pengertian passive sentence ialah sebuah kata kerja yang tidak menunjukkan aksi dan hanya bertindak sebagai penerima aksi atau recipient action. Lihat contoh di bawah ini:

  • The bike was stolen by the thief. (sepeda itu dicruri oleh pencuri)
  • The floor was cleaned by Paula. (lantai itu dibersihkan oleh Paula)

Contoh kalimat passive sentence di atas menyatakan bahwa sepeda telah dicuri oleh pencuri. Dalam hal ini pencuri yang sebagai obejct yang melakukan aksi, sedangkan subjectnya yaitu sepeda ialah benda yang dicuri. Begitu pula pada kalimat kedua. Jika masih belum mengerti, lihat contoh lainnya:

  • Reza was driven to the movie. (Reza menyetir mobil ke bioskop)

Pada kalimat ini, Reza tidak menyetir untuk pergi ke bioskop, karena seseorang yang telah melakukan aksi tersebut untuknya. Ciri passive sentence ialah terdapat kata ‘by’ setelah kata kerja. Tetapi ada juga kalimat pasif yang tidak memakai kata ‘by’ seperti contoh ketiga. Selain kata ‘by’, dalam kalimat pasif, menggunakan kata kerja bentuk ketiga serta ada kalimat bantu berupa to be. Berikut rumus kalimat aktif dan pasif untuk beberapa tenses dan contoh kalimatnya:

  1. Simple Present Tense
    S + Verb1 (s/es) —– i cook the fish. (Aktif)
    Object + To be (are/am/is) + Verb3 + Subject —– the fish is cooked by me. (Pasif)
  2. Simple Past Tense
    S + Verb2 + Object ——– she washed the car (Aktif)
    Object + To be (was/were) + Verb3 + Subject ——– the car was washed by her (Pasif)
  3. Present Continuous Tense
    S + To be (are/am/is) + Verb-ing —— they are studying English lesson. (aktif)
    O + to be (are/am/is) + being + Verb3 —– English lesson were being studied by them.

Fungsi dari Passive Sentence

Fungsi yang pertama dari kalimat pasif atau passive sentence digunakan untuk menunjukkan ketertarikan pada seseorang atau objek yang dikenai tindakan dan bukan seseorang atau objek pelakunya. Jadi, hal atau orang yang terpenting akan menjadi subjek kalimat. Seperti contoh kalimat berikut ini

  • The book “Understanding and using English Grammar” was published in 1999.
  • My motor bike is being repaired.

Selanjutnya, kalimat passive berfungsi untuk menyatakan sebuah tindakan yang kita tidak tahu siapa pelakunya, atau kita tahu pelakunya akan tetapi kita tidak mau menyebutkannya. Berikut ini contoh kalimatnya.

  • The floor has been sweft.
  • My cellphone was stolen.

Dan preposisi “by” digunakan untuk menunjukkan siapa yang melakukan sebuah tindakan. Contohnya seperti kalimat dibawah ini.

  • My cellphone was stolen by Mr. xxx.
  • My motor bike was repaired by Carrol.

Kalimat passive atau passive sentence berfungsi untuk kita berbicara atau menulis dalam situasi yang formal. Contohnya adalah.

  • Our planet is wrapped in a mass of gages.
  • Waste materials are disposed of in a variety of ways.

Contoh Soal Passive Sentence

Untuk melatih kemampuan serta pemahaman terhadap kalimat pasif, di bawah ini ada contoh soal dari passive voice:

Soal Passive sentence

Untuk jawaban terakhir, kata here menyatakan tempat di mana subject berbicara Bahasa Inggris. Passive sentence digunakan dalam kalimat untuk menyatakan apa yang dilakukan subject, menyatakan apa yang terjadi pada seseorang atau sesuatu, saat tidak tahu siapa yang melakukan aksi atau kegiatan, dan ketika menyatakan bahwa ada peristiwa yang lebih penting daripada mengetahui siapa yang melakukan.

References:

  • Azar, Betty Schrampfer, 1999. “Understanding and Using English Grammar”. Pearson Education. New York.
  • Thomson, A. J and A. V. Martinet. 1986. A Practical English Grammar fourth Edition. Oxford University Press: New York.

Pengertian Imperative Sentence serta Contoh Kalimat dan Soal

Mempelajari Bahasa Inggris tidak sekedar fokus pada 4 skills saja, seperti Listening, Reading, Writing, dan Speaking. Karena setelah ditelusuri lebih lanjut, ada berbagai macam materi yang harus dipahami sebelum masuk pada tingkat empat skills tersebut. contohnya, tenses pada grammar. Materi grammar, sangat penting dalam Bahasa Inggris. Tanpa grammar, siswa tidak dapat memahami kata dalam percakapan listening, membaca teks dalam reading, menulis dalam Bahasa Inggris, bahkan bercakap-cakap memakai Bahasa Inggris. Artikel kali ini akan membahas secara detail mengenai imperative sentence, dari pengertian, contoh kalimat, serta contoh soal dari kalimat imperatif.

Imperative sentence muncul ketika membuat kalimat yang terdiri dari kalimat permintaan, perintah, dan petunjuk. Dengan kata lain, pengertian imperative sentence ialah kata kerja yang digunakan untuk meminta/menyuruh seseorang melakukan dan tidak melakukan sesuatu. Kalimat imperatif contohnya ada pada kalimat perintah (command), petunjuk (direction), dan permintaan (request).

Imperative Sentence

Ciri-Ciri Imperative Sentence

Untuk mengenali apakah kalimat tersebut termasik imperative sentence atau bukan, ada beberapa ciri yang bisa anda kenali diantaranya adalah

  • Subjek pada kalimat ini tidak di tulis. Karena kalimat imperative ini adalah kalimat perintah yang memerintahkan orang lain, maka biasanya subjek yang di gunakan adalah “you”.
  • Verb yang digunakan di awal kalimat berupa bare invinitive (tanpa “to”), atau verb tanpa “s” atau “es”.

Fungsi Imperative Sentence

Imperative sentence adalah sebuah kalimat yang sering digunakan dalam kehidupan sehari hari. Ada beberapa fungsi dari imperative sentence diantaranya adalah,

  1. Memberi perintah secara langsung

Maksutnya adalah memberi perintah langsung kepada orang yang disuruh tanpa melalui perantara orang lain. Contoh,

  • Close the door
  • Bring my bag, please!
  1. Melarang

Digunakan untuk memberi larangan kepada seseorang agar tidak melakukan sesuatu. Biasanya banyak ditemukan di pinggir jalan atau ditempat umum. Contohnya,

  • Do not cross the line
  • No smoking
  1. Memberi petunjuk

Petunjuk yang dimaksut di sini adalah intruksi. Biasanya banyak kita temukan pada kardus kardus barang elektronik, atau juga handphone. Contoh,

  • Place the battery in the back side of the phone
  • Open the back cover of phone
  1. Penunjuk arah

Digunakan untuk menunjukkan arah. Biasanya banyak ditemukan di jalan jalan untuk menunjukkan posisi suatu tempat. Atau jika anda berada di tempat yang tidak dikenal dan anda bingung akan ke tempat tertentu, anda pasti akan bertanya kepada seseorang. Contohnya seperti dibawah ini,
Andy : Excuse me, I am looking for post office. Could you show me the way?
Rima : Sure. Go straight along this street until you see traffic light. After you see traffic light, continue straight for about 100 meters. You’ll see post office on the corner of the street.
Andy : I’m so grateful.
Rima : No worries.

Rumus dan Contoh Imperative Sentence

Sangat mudah untuk mengenali kalimat imperative, jika siswa melihat ada tanda seru berada di akhir kalimat dan menyatakan perintah, tidak salah lagi kalimat tersebut ialah kalimat imperative. Ciri lain dari imperative sentence, yaitu tidak harus menggunakan subject ‘you’, karena sudah jelas kalimat tersebut ditujukan kepada siapa. Lebih jelasnya lihat contoh kalimat imperative sentence:

  • Clean the floor!
  • Consider the flower.
  • May i lean on your shoulder?
  • Turn right, then go straigt and turn left.

Contoh lainnya adalah:

  1. Kalimat Imperative Yang Bersifat Memaksa
    Shut up!
    Get out!
    Akhir kalimat yang memakai tanda seru menyatakan bahwa kalimat perintah (command) tersebut tidak bisa dibantah. Kalimat ini biasanya melibatkan emosi.
  2. Kalimat Imperative Yang Berupa Statement (Pernyataan)
    Let’s have a walk.
    Don’t judge me badly.
    Kalimat yang berupa statement ini sama seperti ketika seseorang meminta pada orang lain agar melakukan apa yang dia suruh tanpa harus memakai kalimat perintah.
  3. Kalimat Imperative Untuk Meminta Pertolongan
    May i ask for your help?
    Can i borrow your pencil?
    Tanda tanya yang berada di akhir kalimat menyatakan bahwa subject meminta tolong dengan cara yang sopan.
  4. Kalimat Imperative Untuk Memberi Petunjuk
    Go straight on, and then turn right.
    Mix the onion with vegetables, add the salt, and sugar.

    Pada Bahasa Inggris, ketika memberikan petunjuk atau arah, maka jarang menggunakan ‘you’. Begitu pada saat seseorang memberikan pengarahan terhadap sesuatu. Contohnya :

Contoh Soal Imperative Sentence

Contoh soal imperative sentence sangat berguna untuk membantu para siswa dalam memahami imperative sentence lebih cepat. Berikut 5 contoh soal dari kalimat imperative:

Soal Imperative Sentence

References:

  • Susilo, Teguh Handoko, 2014. “Rahasia Memahami & Menguasai Struktur Bahasa Inggris Dalam 30 Hari”. e-Compusoft Jakarta.
  • Azar, Betty Schrampfer. 1999, Understanding and using English Grammar, Third Edition, United State of America: Pearson Education.
  • Thomson, A. J and A. V. Martinet. 1986. A Practical English Grammar fourth Edition. Oxford University Press: New York.

Pengertian dan Rumus Conditional Sentence Type 1,2, dan 3

Dalam Bahasa Inggris, conditional sentence dapat diterjemahkan secara bebas sebagai salah satu bentuk kalimat pengandaian. Adapun tipe kalimat pengandaian ini hanya dapat terjadi jika semua syaratnya terpenuhi. Jenis kalimat pengandaian ini biasanya ditandai dengan kata ‘if’ yang jika diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia, ia akan bermakna ‘seandainya’ atau ‘jika’. Tentunya, agar dapat mengerti serta memahami dengan lebih jelas dan detil mengenai kalimat pengandaian ini, berikut ini akan dijelaskan lebih lanjut mengenai pengertian, rumus, contoh conditional sentence (contoh kalimat dan contoh soal), serta beberapa tipe dari kalimat pengandaian.

Pada intinya, pengertian conditional sentence adalah kalimat majemuk (complex sentence) yang dibentuk dari subordinate clause dimana ia selalu diawali dengan subordinate conjunction ‘if’ berupa syarat (condition) serta main clause berupa hasil (result/consequence). Tipe-tipe conditional sentence yang biasa digunakan meliputi tipe 1, tipe 2, dan tipe 3. Meskipun adapula tipe yang paling sederhana yaitu tipe 0 (hanya terdiri dari if + simple present). Secara keseluruhan pengertian umum dari kalimat pengandaian ini digunakan untuk menyatakan suatu peristiwa yang mungkin ataupun tidak mungkin terjadi.

Conditional Sentence

Rumus dan Contoh Conditional Sentence

Secara umum, rumus conditional sentence adalah sebagai berikut:

  • If + condition, result/consequence
  • Result/consequence + if + condition

Sementara rumus kalimat pengandaian beberapa tipe adalah sebagai berikut:

  • Tipe 0 : if + simple present, simple present
  • Tipe 1 : if + simple present, will + bare infinitive
  • Tipe 2 : if + simple past, would/could/might + bare infinitive
  • Tipe 3 : if + past perfect, would/should/could/might + have + past participle

Untuk lebih jelasnya, berikut adalah beberapa contoh kalimat conditional sentence sesuai dengan rumus yang disajikan di atas.

  • Tipe 0 : if we burn paper, it becomes ash. (jika kami membakar kertas, itu akan menjadi abu).
  • Tipe 1 : if I meet him, I will hug him. (jika saya bertemu dia, saya akan memeluknya)
  • Tipe 2 : if it rained tomorrow, I would sleep all day. (jika besok hujan, saya akan tidur seharian)
  • Tipe 3 : if you had remembered to invite us, we would have attended your party. (jika kamu sudah ingat untuk mengundang kami, kami akan hadir ke pestamu)

Selain bentuk positif seperti contoh-contoh di atas, conditional sentence bisa juga berupa kalimat-kalimat negatif. Rumus utamanya adalah: if …… not yang dapat digantikan dengan kata unless. Seperti pada contoh kalimat: ‘If you do not understand, you will ask to the teacher’ atau ‘Unless you understand, you will ask to the teacher’.

Apa Perbedaan Mendasar antara Tipe 1, Tipe 2, dan Tipe 3?

Lebih lanjut, pada conditional sentence type 1 (future possibility), digunakan untuk menyatakan sebuah kalimat bersyarat dimana kemungkinan terjadinya masih sangat besar karena baru akan terjadi di masa yang akan datang. Adapun contoh conditional sentence type 1 ini adalah: ‘If my house is sold, I will buy you a new car’. Saat mengucapkan kalimat ini, rumah belum terjual sehingga kemungkinan ketika rumah itu terjual, peluang untuk mendapatkan mobil baru juga masih besar.

Kemudian conditional sentence type 2 (present unreal) digunakan membuat suatu kalimat bersyarat yang kemungkinannya kecil untuk dapat tercapai. Contoh conditional sentence type 2 adalah: ‘If I found your home, I would see you’. Pada kenyataannya, sulit menemukan rumah yang dimaksud sehingga kemungkinan untuk bertemu pun juga semakin kecil.

Selanjutnya adalah conditional sentence type 3 (past unreal) digunakan untuk mengacu pada sebuah kalimat bersyarat dimana tidak mungkin tercapai karena kejadian atau peristiwanya sudah terjadi di masa lampau. Adapun contoh conditional sentence type 3 adalah: ‘If I had knew that you are Cheryl’s friend, I would not have gone to your wedding party. Pada kenyataannya, orang tersebut tidak tahu jika orang yang menikah tersebut adalah teman Cheryl sehingga niat untuk tidak menghadiri pesta pernikahan tersebut tidak dapat dipenuhi.

Kalimat Pengandaian atau Kalimat Bersyarat?

Beberapa penjelasan ada yang mengatakan bahwa conditional sentence merupakan sebuah kalimat pengandaian meskipun pada intinya kalimat pengandaian akan tampak lebih menjurus ke perihal subjunctive. Namun, penjelasan itu juga benar. Sedangkan sebagian penjelasan lain menyatakan bahwa jenis kalimat conditional ini adalah kalimat syarat. Ia disebut juga demikian karena kalimat pertama adalah sebuah kalimat bersyarat, sedangkan kalimat selanjutnya biasanya merupakan akibat dari pelaksanaan syarat tersebut.

Adapun dalam kalimat syarat, sebuah kejadian atau peristiwa sebagai akibat dari pelaksanaan syarat terdapat dua kemungkinan mendasar: mungkin terjadi atau tidak mungkin terjadi. Yang mungkin terjadi karena ia baru akan terjadi di masa yang akan datang, sedangkan yang tidak mungkin terjadi karena kecil sekali kemungkinan terjadi atau bisa juga karena ia memang tidak mungkin terjadi karena telah terjadi di masa lampau. Kejadian atau peristiwa yang memiliki kemungkinan kecil untuk dapat terpenuhi atau tercapai tujuannya biasanya menggunakan kata kerja bentuk ke-2 (verb 2) dan menggunakan rumus simple past karena ia dianalogikan sebagai present unreal.

Jika diperhatikan secara lebih seksama, maka pada conditional sentence dapat disimpulkan bahwa untuk tipe 1 unsur kalimatnya menggunakan verb 1, sedangkan untuk tipe 2 unsur kalimatnya menggunakan verb 2, serta tipe 3 unsur kalimatnya menggunakan verb 3. Dengan menyadari dan memahami hal ini, maka akan lebih mudah untuk mengingat rumusannya. Pada dasarnya, kalimat-kalimat dalam Bahasa Inggris memang terlihat cukup kompleks dan perlu perhatian serta fokus yang lebih jelas agar dapat benar-benar memahami penggunaannya dalam sebuah kalimat dan mencocokkannya dengan peristiwa atau kejadian yang sedang berlangsung. Dan tidak sekedar mengetahui serta menghafal berbagai rumus yang disajikan. Karena hafalan seringkali akan kacau balau ketika berhadapan dengan rentetan soal-soal dalam tes TOEFL misalnya.

Maka amat penting sekali untuk sangat memahami satu per satu bidang dan bagian dalam materi Bahasa Inggris. Jadi, sebelum memutuskan untuk meloncat atau meneruskan dari satu materi ke tahapan materi yang lain, Anda harus merasa yakin bahwa Anda benar-benar telah memahami dan menguasai materi sebelumnya agar ketika beranjak ke materi baru, Anda tidak dibuat semakin rancu dan bingung.

Susunan Kalimat pada Conditional Sentence

Semua conditional sentence memiliki pola penyusunan kalimat yang hampir sama yaitu perbedaan susunan klausa tidak merubah arti dari kalimat itu sendiri. Walaupun posisinya di ubah-ubah, maka arti kalimatnya akan tetap sama. Yang kedua, apabila klausa “if” posisinya ada di sebeum klausa yang lainnya atau ada di awal kalimat, maka harus menggunakan tanda koma “,”. Jika klausa “if” berada di posisi selanjutnya, maka tidak memerlukan tanda koma “,”.

Contoh Soal Conditional Sentence 

Sebagai tambahan, berikut adalah beberapa contoh soal conditional sentence untuk digunakan sebagai latihan.

Soal conditional sentence

References:

  • Al Rdaat, Sadam dan Gardner Sheena. 2017. “An Analysis of Use of Conditional Sentences by Arab Students of English”. Advances in Language and Literary Studies, 8(2):1-13.
  • Tantray, Mudasir Ahmad. 2016. “A Study on Preposition and Sentence in English Grammar”. The International Journal Of Humanities and Social Studies, 4(2):20-25.
  • Azar, Betty Schrampfer. 1999, Understanding and using English Grammar, Third Edition, United State of America: Pearson Education.

Pengertian Compound Complex Sentence Contoh Kalimat dan Soal

Secara sederhana pengertian compound complex sentence adalah kalimat majemuk yang dibuat sedikitnya dua klausa independen dan satu atau lebih klausa dependent. Compound complex sentence merupakan gabungan antara compound sentence dan complex sentence. Sehingga dalam satu kalimat dapat terdapat lebih dari satu klausa independen maupun klausa dependen.

Compound Complex

Rumus dan Contoh Compound Complex Sentence

Secara umum, rumus dari jenis kalimat ini dapat dilihat dibawah ini, namun rumus ini dapat berubah polanya, bisa disesuaikan dengan jenis klausa yang digunakan.

Klausa Independen + Coordinate Junction+ Klausa Independen + Subordinate Junction + Dependen Klause

Untuk lebih memahami kalimat ini, perhatikan contoh kalimatnya dibawah ini:

  • Complex sentence:
    while he was walking on the park, he found lost dog and neclace. (ketika dia sedang berjalan di taman, dia menemukan banyak anjing dan kalung)
  • Compound senetence:
    but he did not return the dog to the owner. (tetapi dia tidak mengembalikan anjing itu kepada pemiliknya)
  • Gabungan keduanya menjadi compound complex sentence:
    while he was walking on the park, he found lost dog and neclace, but he did not return the dog to the owner. (ketika dia sedang berjalan di taman, dia menemukan banyak anjing dan kalung tetapi dia tidak mengembalikan anjing itu kepada pemiliknya)

Untuk lebih memahami materi ini, selain contoh kalimat diatas, berikut beberapa contoh kalimat lainnya:

  1. My mother was angry to me and she didn’t give me permission to go out on weekend which I plan to go to the movie. (ibuku marah kepadaku dan dia tidak memberiku ijin untuk keluar di akhir pecan yang mana saya berencana melihat film)
  2. You can use my notebook or my phone and whatever in this room, but do not use the notebook or else out of my room because it’s not mine. (kamu boleh menggunakn notebook atau telpon dan apapun di daam ruangan, tetapi jangan gunakan notebook atau yang lainnya di luar ruangan karena itu bukan milikku)
  3. Jane, who works out twice a week, has a ideal figure; therefore, she always looks healthy and energetic. (Jane yang bekerja dua kali seminggu memiliki tubuh yang ideal; oleh karena itu, dia selalu tampak sehat dan energik)

Aturan Penggunaan Tanda Baca Compound Complex Sentence

Karena compound complex sentence pada dasarnya gabungan antara compound sentence dan complex sentence, aturan tanda baca yang digunakan adalah sesuai dengan keduanya.

Compound Sentence:

  • Tanda koma tepat digunakan sebelum coordinate conjunction (for, and, nor, but, or, yet, so)
  • Jika kata hubung yang digunakan adalah conjunctice adverb (furthermore, however, when, dan lainnya), tanda titik koma digunakan sebelum kata penghubung dan tanda koma setelah kata penghubung tersebut
  • Jika independent clause sangat berhubungan, dapat digunakan semikolon untuk menggabungkan keduanya

Complex Sentence:

  • Jika klausa berada pada tengah kalimat (adjective clause yang menerangkan subjek), klausa tersebut dapat diapit oleh tanda koma
  • Jika berada di awal kalimat (adverbial clause), akhir klausa diberi tanda baca koma

Contoh Soal Compound Complex Sentence

Sebagai sarana berlatih, berikut beberapa contoh soal untuk latihan, perhatikan kata hubung yang digunakan dalam compound complex sentence tersebut.

Soal compound complex sentence

References:

  • Chandni, dkk. 2014. “Identification and Separation of Simple”. International Journal of Computer Apllications & Information Technology, Vol. 6 (2): 123-128
  • Das, Bidyut, dkk. 2018. “A Novel for Generating Simple Sentences”. I.J Modern Education and Computer Science, 1: 57-64.